Bahasa layaknya makhluk hidup yang terus bernapas dan tumbuh bersama zaman. Tidak heran jika Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pun harus terus diperbarui agar bisa mengikuti perkembangan dinamika sosial, budaya, dan teknologi yang terjadi di masyarakat. Salah satu momen penting dalam perkembangan ini adalah kehadiran KBBI terbaru edisi April 2025, yang membawa banyak pembaruan menarik, mulai dari entri baru, perubahan makna, hingga penyesuaian format definisi yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini.
Dalam artikel ini, Anda akan diajak menyelami lebih dalam bagaimana proses pemutakhiran ini terjadi, perubahan penting apa saja yang muncul di dalamnya, serta bagaimana KBBI terus menjaga akurasi dan kelengkapan informasi kebahasaan bagi masyarakat Indonesia.
Content :
ToggleMengapa KBBI Terus Diperbarui?
Kenapa kamus seperti KBBI harus terus mengalami pembaruan? Bukankah bahasa itu bersifat tetap? Jawabannya, justru sebaliknya. Bahasa bersifat dinamis. Setiap hari ada istilah baru yang muncul, baik dari ranah akademik, budaya populer, hingga dunia digital. Selain itu, makna kata juga bisa bergeser seiring waktu dan konteks penggunaannya di masyarakat.
Inilah alasan mengapa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Perkamusan dan Peristilahan rutin melakukan pemutakhiran KBBI untuk bulan April dan Oktober setiap tahunnya. Tujuannya adalah agar masyarakat Indonesia memiliki referensi kebahasaan yang kredibel, mutakhir, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Proses Konsinyasi KBBI April 2025
Proses penyempurnaan KBBI terbaru edisi April 2025 bukanlah pekerjaan ringan yang dilakukan oleh satu-dua orang saja. Ada banyak pihak yang terlibat secara aktif dan profesional. Kegiatan konsinyasi pemutakhiran ini berlangsung pada 14–18 April 2025 di Jakarta, dan dibuka langsung oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Selain tim redaksi KBBI dari KKLP Perkamusan dan Peristilahan, kegiatan ini juga melibatkan anggota KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra, para pakar bahasa dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), serta penyunting lepas yang berpengalaman. Kolaborasi lintas keahlian ini menjadi pondasi penting agar hasil akhir KBBI tidak hanya akurat secara linguistik, tetapi juga relevan secara kontekstual.
Fokus Utama: Perbaikan Entri demi Kualitas
Bila Anda mengikuti perkembangan KBBI dari tahun ke tahun, maka Anda pasti tahu bahwa pada 2024 lalu, tim KBBI melakukan penambahan entri besar-besaran. Namun, pada update terbaru KBBI April 2025, fokus bergeser ke arah yang sedikit berbeda: bukan lagi kuantitas, tetapi kualitas.
Beberapa hal yang menjadi prioritas dalam pemutakhiran kali ini antara lain:
- Penyesuaian format definisi agar lebih ringkas dan tepat guna
- Perbaikan pemenggalan kata yang sebelumnya kurang akurat
- Perbaikan pelafalan untuk beberapa entri yang menyimpang
- Penambahan label kelas kata dan homonim yang sebelumnya belum dicantumkan
- Pemberian contoh penggunaan kata agar lebih aplikatif
- Penonaktifan entri ganda atau tidak relevan
Hasilnya adalah jumlah total entri dalam KBBI pun mengalami penyesuaian dari sebelumnya 208.283 (tahun 2024) menjadi 207.512 entri pada pemutakhiran April 2025.
Penambahan Entri Baru
Meski fokus utama adalah penyempurnaan, bukan berarti update KBBI kali ini tidak membawa kosakata baru. Justru, masih ada 768 entri baru yang ditambahkan, terutama pada bentuk turunan kata dan gabungan kata yang semakin sering digunakan dalam keseharian.
Beberapa contoh kata turunan yang ditambahkan:
- Berkehidupan: memiliki atau menjalani kehidupan
- Menggosongkan: membuat sesuatu menjadi gosong
- Kewirangan: perasaan malu karena kehormatan tercemar
- Pemarafrasa dan pemarafrasaan: berkaitan dengan kegiatan mengubah bentuk suatu teks tanpa mengubah maknanya
Adapun contoh gabungan kata baru yang masuk:
- Asas domein
- Asas konsensus
- Asas naturalisasi
- Asas oportunitas
- Asas personalitas
- Asas teritorialitas
Kehadiran gabungan kata ini sangat penting, terutama bagi Anda yang aktif di dunia hukum, pemerintahan, atau akademik. Kini, istilah-istilah yang sebelumnya hanya dikenal secara lisan atau tidak baku, kini telah mendapatkan tempat resmi di dalam KBBI.
Perubahan Makna
Dalam proses revisi kali ini, tercatat sebanyak 2.044 makna kata mengalami perubahan. Perubahan ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti perkembangan teknologi, pergantian konteks sosial, hingga perubahan budaya.
Misalnya, kata “viral” yang dulunya lebih merujuk pada penyebaran virus, kini juga memiliki makna yang kuat dalam konteks media sosial. Demikian pula dengan kata seperti “influencer”, yang kini tidak hanya berarti ‘pemberi pengaruh’, tetapi secara khusus merujuk pada seseorang yang memiliki pengaruh kuat di media digital.
Sementara itu, ada juga 88 makna baru yang ditambahkan.
Penyempurnaan Contoh
Selain menambah entri dan merevisi makna, tim redaksi juga menyempurnakan contoh penggunaan kata. Ada 424 contoh baru yang ditambahkan, sementara 276 contoh lama mengalami penyempurnaan.
Contoh penggunaan kata sangat penting dalam kamus modern. Mereka membantu Anda memahami konteks sebenarnya dari suatu kata, bukan sekadar arti dasarnya.
Misalnya, kata “kekinian” tidak hanya dijelaskan sebagai “sesuatu yang bersifat masa kini”, tetapi juga diberi contoh: “Gaya busana kekinian sangat digemari anak muda.”
Kata-Kata yang Dihapus
Bahasa tidak hanya bertambah, tetapi juga mengalami penyaringan. Dalam revisi KBBI April 2025 ini, sebanyak 1.539 entri dinonaktifkan. Ini bisa disebabkan karena kata tersebut sudah sangat usang, tidak lagi digunakan, atau dianggap duplikat dari entri lain.
Selain itu, ada 717 makna dan 849 contoh yang juga dinonaktifkan. Langkah ini sangat penting untuk menjaga agar KBBI tidak hanya menjadi besar, tetapi juga bersih dari redundansi dan kekeliruan.
Manfaat KBBI Terbaru untuk Anda
Mengapa Anda harus peduli dengan KBBI terbaru? Berikut beberapa alasannya:
- Menjaga ketepatan berbahasa: Dengan referensi yang diperbarui, Anda bisa lebih percaya diri menggunakan kata-kata yang sesuai dengan konteks dan kaidah bahasa.
- Menghindari kekeliruan dalam penulisan: Terutama untuk Anda yang berkecimpung di dunia tulis-menulis, jurnalistik, atau akademik.
- Memahami tren dan perkembangan bahasa: Bahasa mencerminkan budaya. Dengan mengetahui kata-kata baru, Anda bisa lebih mudah memahami cara berpikir dan berkomunikasi masyarakat kekinian.
- Sebagai acuan resmi: Baik di sekolah, kampus, maupun instansi pemerintah, KBBI adalah rujukan utama dalam penyusunan naskah formal.
Penutup
Perkembangan bahasa adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun, agar tetap terarah dan tidak kehilangan jati diri, kita membutuhkan pedoman yang kuat. Di sinilah peran KBBI menjadi sangat penting, sebagai penjaga, pencatat, dan penyebar nilai-nilai bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Melalui proses pemutakhiran seperti yang dilakukan dalam KBBI terbaru edisi April 2025 ini, kita semua diajak untuk terus belajar, menyesuaikan diri, dan beradaptasi dalam berbahasa. Tidak hanya dengan menambah kata-kata baru, tetapi juga menyempurnakan yang lama, memperbaiki kesalahan, dan membersihkan yang tidak lagi relevan.
Dengan begitu, bahasa Indonesia bisa terus hidup, tumbuh, dan menjadi cerminan jati diri bangsa yang dinamis.








