Untuk kamu si Film Addict, saatnya memanfaatkan hobimu untuk meraup cuan.
Di era digital ini, menonton film semakin mudah dengan maraknya aplikasi-aplikasi streaming film yang terkenal seperti Netflix, Amazon Prime Video, HBO Max, dan Disney+ dan lain sebagainya.
Berbeda dengan dulu yang harus membeli DVD atau harus pergi ke bioskop untuk menonton film.
Ketika menonton film luar negeri, pernah terpikiran tidak bagaimana film-film tersebut tersedia subtitlenya dalam bahasa Indonesia? Atau ketika menonton sinetron India di televisi nasional tapi dengan pengisi suara bahasa Indonesia.
Bagaimana sih memulainya?
Content :
Toggle1. Sufi (Suka Film)
Tidak hanya suka menonton film, tapi kamu mengikuti perkembangannya. Kamu tahu bagaimana cara update informasi seputar dunia perfilman. Seperti mengikuti website rekomendasi film, membaca review film sampai mengikuti Production House perfilman seperti IMDb dan Rotten Tomatoes.
Film apa saja yang akan tayang bahkan kamu bisa mereview film tersebut.
Untuk jadi translator film memang harus memperdalam tentang film yang akan kita tonton dan terjemahkan subtitlenya. Seperti film superhero luar negeri yang menggunakan bahasa inggris atau film-film berbahasa asing lainnya.
2. Berlama-lama di Depan Monitor adalah Kunci.
Sudah menjadi niscaya kalau translator film harus betah berlama-lama di depan monitor. Film yang akan diterjemahkan bisa berdurasi mulai dari 2 jam atau lebih. Bahkan untuk Drakor bisa lebih dari 10 episode atau setara 10 jam.
Memang menerjemahkan film bisa tinggal menerjemahkan subtitle dari transkrip yang sudah kita download. Tetapi, dengan menontonnya juga, kita bisa tahu bagaimana konteks percakapan tersebut sehingga bisa menghasilkan terjemahan yang berkualitas dan pas.
Tapi jangan lupa tetap jaga kesehatan mata ya!
3. Bahasa Asing
Ini yang terpenting!
Bahasa asing apapun yang kamu kuasai bisa menjadi modal untuk menjadi penerjemah film professional. Bahasa Inggris, Mandarin, Perancis, Rusia adalah bahasa yang paling banyak diterjemahkan.
Jadi, asah terus skill menerjemahkan mu ya!
Kesimpulan
Jadi, kalau kamu selama ini cuma jadi penikmat film, sekarang saatnya naik level!
Dengan suka film, tahan duduk lama depan monitor, dan tentu saja menguasai bahasa asing, kamu udah punya modal dasar buat jadi penerjemah film profesional.
Nggak ada kata terlambat buat mulai. Kamu bisa eksplorasi banyak platform freelance, gabung komunitas penerjemah, dan bahkan bisa langsung daftar ke agensi penerjemah seperti PeMad International Transearch yang sering buka kesempatan untuk menjadi Freelancer dengan proyek subtitle film dan video edukatif.
Nah, itu dia kriteria menjadi penerjemah film professional. Kamu juga bisa apply menjadi penerjemah di PeMad untuk dapat project menerjemahkan film. Apply di sini.
Yang penting, terus asah skill dan jangan ragu mulai dari project kecil. Ingat, jadi translator itu bukan cuma soal bisa translate, tapi juga tentang menyampaikan pesan dengan akurat dan berjiwa budaya. Karena kualitas subtitle bisa bikin film lebih hidup atau malah bikin bingung penonton.
So, are you ready to turn your hobby into a career? Waktunya translate passion kamu jadi profesi yang cuan.









