Pentingnya Menerjemahkan Perjanjian Jual Beli dalam Kontrak Bisnis untuk Menghindari Risiko Hukum

Perjanjian jual beli dalam kontrak bisnis sering kali dianggap sebagai sekumpulan dokumen formal yang perlu ditandatangani dan disimpan rapi dalam folder kontrak perusahaan. Namun, tahukah bahwa selembar kontrak itu bisa menjadi penentu nasib bisnis Anda? Apalagi kalau bisnis Anda bermain di ranah internasional atau melibatkan pihak asing, salah penerjemahan saja bisa membuat Anda terjebak dalam risiko hukum yang tak terduga.

Mari kita bahas lebih dalam kenapa menerjemahkan perjanjian jual beli itu penting dan bagaimana langkah-langkahnya supaya bisnis Anda tetap aman!

Mengapa Penerjemahan Kontrak Itu Penting?

Bayangkan Anda sedang bersemangat menandatangani kontrak dengan mitra bisnis dari luar negeri. Semuanya tampak sempurna sampai akhirnya ada perselisihan soal pemenuhan kewajiban kontrak. Ternyata, masalahnya bukan di kesepakatan bisnisnya, tapi di penerjemahan kontraknya!

Penerjemahan kontrak bukan sekadar mengubah kata-kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Ini soal memahami konteks, budaya hukum, dan istilah teknis yang berlaku di negara asal mitra bisnis Anda.

Misalnya, kata warranty dalam bahasa Inggris bisa berarti “jaminan”, tapi dalam konteks hukum tertentu, bisa juga berarti “garansi” atau bahkan “pertanggungjawaban”. Kalau penerjemah Anda salah memaknainya, masalah hukum bisa jadi tak terhindarkan.

Risiko Hukum Akibat Salah Penerjemahan Kontrak

Anda pasti tidak mau, kan, kalau bisnis Anda tiba-tiba kena tuntutan hukum gara-gara salah menerjemahkan kontrak?

Nah, berikut ini beberapa risiko hukum yang mungkin Anda hadapi:

1. Interpretasi Kontrak yang Salah

Kalau penerjemahan kontrak Anda tidak akurat, bisa-bisa interpretasi kedua belah pihak jadi berbeda. Contohnya, dalam kontrak jual beli internasional, istilah delivery mungkin Anda pahami sebagai “pengiriman barang”, sementara pihak lain mengartikannya sebagai “penyerahan hak milik”.

Saat terjadi dispute, pengadilan bisa menafsirkan kontrak sesuai bahasa aslinya, dan kalau terjemahannya tidak tepat, Anda yang rugi.

2. Ketidakpastian Hukum

Kontrak yang diterjemahkan secara asal-asalan bisa menimbulkan ketidakpastian hukum. Misalnya, frasa within a reasonable time (dalam waktu yang wajar) kalau diterjemahkan menjadi “secepat mungkin” atau “segera”, ini bisa memengaruhi ekspektasi waktu penyelesaian kewajiban kontrak.

Ketidakjelasan ini sering kali menjadi celah bagi pihak lawan untuk menghindari tanggung jawab atau malah menuntut Anda.

3. Pembatalan Kontrak oleh Pengadilan

Di beberapa yurisdiksi, kontrak yang ambigu atau diterjemahkan dengan salah bisa dianggap tidak sah. Misalnya, dalam kasus Ramos v. Westlake Services, LLC, Pengadilan Banding California memutuskan bahwa dealer mobil yang menerjemahkan kontrak penjualan ke dalam bahasa Spanyol, tetapi tidak menyertakan klausul arbitrase dalam terjemahannya, tidak bisa memberlakukan perjanjian arbitrase tersebut.

Oleh karena itu, memastikan terjemahan kontrak yang akurat dan tepat sangat penting untuk menghindari risiko hukum ini dan menjaga integritas perjanjian bisnis Anda.

Apa Saja Komponen Penting yang Harus Diterjemahkan dengan Akurat?

Sebenarnya, semua bagian dalam kontrak penting untuk diterjemahkan dengan akurat, tapi ada beberapa komponen yang membutuhkan perhatian ekstra:

1. Definisi dan Terminologi

Setiap kontrak bisnis biasanya dimulai dengan definisi istilah-istilah yang digunakan dalam dokumen tersebut. Pastikan istilah-istilah ini diterjemahkan secara konsisten di seluruh kontrak. Misalnya, istilah force majeure dalam hukum bisnis internasional harus tetap dipertahankan dalam bahasa aslinya atau diterjemahkan dengan makna hukum yang setara di bahasa target.

2. Hak dan Kewajiban Pihak-Pihak Terlibat

Bagian ini adalah jantungnya kontrak. Salah terjemah sedikit saja bisa membuat hak Anda jadi terbatas atau malah menambah kewajiban Anda. Contohnya, kata shall dalam bahasa Inggris biasanya menunjukkan kewajiban hukum, bukan sekadar himbauan.

3. Klausul Penyelesaian Sengketa

Di sinilah biasanya terjadi banyak masalah. Misalnya, kalau dalam bahasa asli tertulis “arbitration in Singapore”, tapi diterjemahkan menjadi “pengadilan di Singapura”, ini bisa mengubah mekanisme penyelesaian sengketa secara drastis. Arbitrase dan pengadilan formal adalah dua hal yang sangat berbeda dalam proses hukum.

Cara Menghindari Kesalahan dalam Penerjemahan Kontrak

Untuk menghindari risiko hukum, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:

1. Menggunakan Jasa Penerjemah Tersumpah

Penerjemah tersumpah biasanya telah mendapatkan sertifikasi khusus dari pemerintah atau lembaga hukum tertentu. Mereka lebih memahami istilah hukum dan tahu bagaimana cara menerjemahkan dokumen legal dengan akurat. Jangan tergiur dengan jasa penerjemah murah tanpa sertifikasi, ya!

2. Konsultasikan dengan Ahli Hukum

Sebelum menandatangani kontrak, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan pengacara atau konsultan hukum yang paham tentang hukum internasional atau hukum negara mitra bisnis Anda. Mereka bisa membantu memastikan terjemahan kontrak Anda sudah tepat dan bebas dari potensi masalah hukum.

3. Lakukan Review Berkala

Kontrak bisnis biasanya berjalan dalam jangka panjang. Melakukan review berkala terhadap terjemahan kontrak bisa membantu mengidentifikasi bagian-bagian yang mungkin butuh revisi, apalagi kalau ada perubahan regulasi di negara asal mitra bisnis Anda.

Peran Penerjemah Profesional dalam Menghindari Risiko Hukum

Kenapa harus menggunakan penerjemah profesional? Meskipun teknologi penerjemahan otomatis sudah makin canggih, dalam hal kontrak bisnis, sentuhan manusia tetap tidak bisa tergantikan.

Berikut beberapa alasannya:

1. Memahami Konteks dan Terminologi Hukum

Seorang penerjemah profesional yang berpengalaman dalam bidang hukum tidak hanya paham bahasa, tetapi juga memahami terminologi hukum yang berlaku di kedua negara yang terlibat dalam kontrak tersebut. Ini penting untuk menghindari salah tafsir yang bisa memicu masalah hukum.

2. Bridging Cultural and Legal Gaps

Penerjemahan kontrak juga harus mempertimbangkan perbedaan budaya dan sistem hukum. Penerjemah profesional mampu menjembatani kesenjangan ini dengan tetap menjaga keakuratan dan relevansi kontrak dalam konteks hukum lokal.

3. Sertifikasi dan Validasi Hukum

Dalam beberapa yurisdiksi, dokumen hukum yang diterjemahkan perlu mendapatkan sertifikasi dari penerjemah tersumpah atau pihak berwenang lainnya. Penerjemah profesional biasanya memiliki kualifikasi ini, sehingga memastikan bahwa kontrak Anda tetap sah di mata hukum.

Studi Kasus: Akibat Fatal dari Kesalahan Terjemahan

Dalam sektor perbankan dan keuangan, kesalahan terjemahan bisa berdampak sangat serius. Salah satu kasus terkenal adalah yang dialami oleh HSBC di Australia. Karena kesalahan terjemahan sederhana, bank ini mengalami kerugian hingga $10 juta hanya karena perbedaan penafsiran antara “m” untuk juta dan “th” untuk ribu. Kesalahan ini tidak hanya berdampak pada kerugian finansial tetapi juga mempengaruhi reputasi dan kepercayaan publik terhadap sistem manajemen risiko dan kepatuhan bank tersebut.

Kasus lain yang tak kalah mencengangkan adalah Merrill Lynch, yang kehilangan $500 juta dalam sengketa hukum dengan perusahaan Korea Selatan. Kesalahan dalam menerjemahkan klausul kontrak memberikan hak kepada perusahaan tersebut untuk membatalkan perjanjian, dan Merrill Lynch gagal memenuhi target sesuai kontrak. Akibatnya, mereka terjerat dalam sengketa hukum yang mahal dan berkepanjangan.

Kasus-kasus ini menjadi contoh nyata betapa pentingnya menggunakan jasa penerjemah profesional untuk memastikan terjemahan kontrak bisnis dilakukan dengan akurat dan sesuai konteks hukum.

Jadi, kalau Anda menjalankan bisnis yang melibatkan pihak asing atau kontrak dalam bahasa lain, jangan pernah sepelekan penerjemahan kontrak. Pastikan Anda menggunakan jasa penerjemah profesional dan selalu berkonsultasi dengan ahli hukum. Salah langkah sedikit saja, bisnis Anda bisa terjebak dalam risiko hukum yang mahal dan memakan waktu.

Menerjemahkan kontrak dengan benar memang membutuhkan biaya dan usaha lebih. Tapi percayalah, itu semua sebanding dengan perlindungan hukum yang Anda dapatkan. Yuk, mulai sekarang lebih teliti dalam setiap detail kontrak bisnis Anda, supaya bisnis tetap aman dan berjalan lancar!

Referensi:

https://tarjama.com/how-translation-errors-can-derail-your-banking-business/

https://www.tomedes.com/translator-hub/translation-of-contracts

https://natlawreview.com/article/inaccurate-translation-invalidates-arbitration-agreement

https://www.languageconnections.com/blog/blog-5-ridiculous-contract-translation-mistakes/

Nurfadhilah Bahar

Seorang penulis profesional dengan pengalaman lebih dari 5 tahun, awalnya memulai karirnya sebagai blogger dan jurnalis sebelum mendalami Penulisan Konten SEO. Minatnya mencakup berbagai topik, termasuk gaya hidup, pendidikan, dan bisnis.

Share :