Jenis Interpreter dan Keahliannya, Apa yang Harus Diketahui Sebelum Booking?

Pernahkah berada dalam situasi di mana bahasa menjadi penghalang? Misalnya, saat menghadiri konferensi internasional, melakukan negosiasi bisnis, atau berkonsultasi dengan dokter asing. Di sinilah peran interpreter menjadi sangat krusial, karena berperan sebagai penghubung yang memastikan komunikasi berjalan lancar tanpa kesalahpahaman.

Interpreter adalah bukan sekadar menerjemahkan kata demi kata, tetapi juga menyampaikan makna dengan tepat, sesuai konteks dan budaya. Tak heran, profesi ini semakin dibutuhkan di berbagai sektor, dari bisnis hingga medis. Bahkan, menurut laporan The Business Research Company, industri layanan interpretasi bernilai lebih dari $11 miliar pada 2024 dan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan komunikasi lintas bahasa.

Lalu, apa saja jenis interpreter yang tersedia, dan keterampilan apa yang harus dikuasai? Yuk, simak selengkapnya!

Jenis-Jenis Interpreter dan Keahliannya

Dalam komunikasi lintas bahasa, peran interpreter sangatlah krusial. Namun, tidak semua interpreter memiliki keahlian yang sama. Masing-masing jenis memiliki spesialisasi tersendiri, sesuai dengan konteks penggunaannya. Berikut adalah beberapa jenis interpreter beserta keahlian yang harus dimiliki:

1. Interpreter Simultan (Simultaneous Interpreter)

Interpreter simultan memiliki peran untuk menerjemahkan secara langsung saat pembicara berbicara, tanpa adanya jeda waktu. Jenis interpreter ini umum digunakan dalam acara berskala besar seperti konferensi internasional, seminar global, atau pertemuan organisasi multinasional.

Karena harus mendengarkan dan menerjemahkan secara bersamaan, seorang interpreter simultan harus memiliki keahlian:

  • Kemampuan konsentrasi tinggi untuk mendengarkan dan menerjemahkan secara bersamaan.​
  • Penguasaan bahasa sumber dan target yang sangat baik.​
  • Kecepatan dalam memproses informasi dan menyampaikannya dengan akurat.

Untuk mendukung tugasnya, seorang juru bahasa simultan biasanya bekerja di dalam bilik kedap suara dengan peralatan audio khusus yang memungkinkan penerjemahan berlangsung secara real-time. Sistem interpretasi simultan ini sangat penting dalam acara internasional, seperti KTT ASEAN dan G20, di mana komunikasi lintas bahasa harus berjalan tanpa hambatan.

2. Interpreter Konsekutif (Consecutive Interpreter)

Berbeda dengan interpreter simultan, interpreter konsekutif melakukan terjemahan setelah pembicara menyelesaikan satu atau beberapa kalimat. Teknik ini lebih umum dalam pertemuan bisnis, wawancara, atau sidang pengadilan yang membutuhkan komunikasi dua arah secara lebih mendalam.

Seorang interpreter konsekutif harus memiliki kemampuan:

  • Mendengarkan aktif dan mencatat poin-poin penting.​
  • Penguasaan bahasa sumber dan target yang kuat.​
  • Keterampilan komunikasi yang baik untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan tepat.

Metode ini memungkinkan interpreter untuk memberikan terjemahan yang lebih akurat karena memiliki waktu untuk memproses informasi sebelum menyampaikannya kepada audiens.

3. Interpreter Bisnis (Business Interpreter )

Interpreter bisnis memiliki spesialisasi dalam terminologi dan konsep bisnis. Juru bahasa bisnis sering bertugas dalam pertemuan perusahaan, negosiasi, peluncuran produk, atau kerja sama internasional.

Selain menguasai bahasa yang digunakan, seorang interpreter bisnis juga perlu memahami:

  • Pemahaman mendalam tentang terminologi bisnis dan budaya korporat.​
  • Kemampuan menjaga kerahasiaan informasi klien yang sensitif terutama ketika berhadapan dengan dokumen dan pembicaraan yang bersifat strategis..​
  • Keterampilan interpersonal untuk memfasilitasi komunikasi yang efektif antara pihak-pihak yang terlibat.

4. Interpreter Medis (Medical Interpreter)

Dalam dunia kesehatan, interpreter medis berperan sebagai jembatan komunikasi antara tenaga medis dan pasien yang memiliki keterbatasan dalam bahasa yang digunakan. Mereka sering ditemui di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan lainnya untuk membantu menjelaskan diagnosis, prosedur medis, atau instruksi pengobatan.

Seorang interpreter di bidang ini harus memiliki keterampilan:

  • Pemahaman tentang terminologi medis dan prosedur kesehatan.​
  • Pemahaman terhadap sensitivitas budaya dan etika yang berlaku dalam konteks medis.​
  • Kemampuan menjaga kerahasiaan informasi klien/pasien sesuai dengan regulasi.

5. Interpreter Hukum (Legal Interpreter)

Interpreter hukum memainkan peran krusial dalam sistem peradilan. Juru bahasa ini bertugas menerjemahkan komunikasi dalam konteks hukum, seperti dalam pengadilan, proses investigasi, atau pertemuan dengan pengacara.

Dalam menjalankan tugasnya, seorang interpreter hukum harus memiliki keterampilan:

  • Pemahaman mendalam tentang sistem hukum dan terminologi terkait, baik di negara asal maupun negara tujuan.
  • Kemampuan untuk tetap netral dan tidak memihak dalam situasi yang mungkin emosional atau tegang.​
  • Kesadaran akan pentingnya akurasi dan kerahasiaan dalam konteks hukum, karena kesalahan kecil dalam penerjemahan bisa berdampak besar pada proses hukum.

6. Interpreter Telepon dan Video (Telephone and Video Interpreter)

Dengan kemajuan teknologi, layanan interpretasi kini juga dapat dilakukan secara jarak jauh melalui telepon atau video. Interpreter jenis ini banyak digunakan dalam layanan pelanggan internasional, konsultasi medis jarak jauh, atau pertemuan bisnis virtual.

Karena tidak adanya komunikasi tatap muka secara langsung, interpreter harus memiliki kemampuan:

  • Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan teknologi dan perangkat komunikasi jarak jauh.​
  • Keterampilan mendengarkan dan berbicara yang kuat untuk mengatasi keterbatasan komunikasi non-verbal.​
  • Fleksibilitas dalam menangani berbagai dialek dan aksen yang mungkin muncul dalam komunikasi jarak jauh.

Koneksi internet yang stabil serta peralatan komunikasi yang baik juga menjadi faktor pendukung dalam keberhasilan interpretasi jenis ini.

Keahlian Umum yang Harus Dimiliki Seorang Interpreter

Menjadi seorang interpreter bukan sekadar menguasai lebih dari satu bahasa. Profesi ini menuntut keterampilan khusus agar pesan yang diterjemahkan tetap akurat, efektif, dan sesuai dengan konteksnya. Berikut beberapa keahlian umum interpreter yang harus dimiliki untuk menjalankan tugasnya dengan optimal:

1. Penguasaan Bahasa Secara Mendalam

Seorang interpreter harus menguasai bahasa dengan sangat baik, mencakup kosakata, tata bahasa, ekspresi idiomatik, dan berbagai variasi dialek.

Penguasaan ini mencakup baik bahasa sumber maupun bahasa target agar hasil interpretasi tidak sekadar mentranslasi kata demi kata, tetapi juga menyampaikan makna yang tepat sesuai konteks pembicaraan.

2. Pemahaman Budaya yang Kuat

Bahasa dan budaya saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Untuk menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi, seorang interpreter perlu memahami nilai-nilai budaya, kebiasaan, serta norma sosial dari bahasa yang diterjemahkan.

Misalnya, beberapa ungkapan dalam satu bahasa bisa memiliki arti berbeda dalam budaya lain. Jika tidak dipahami dengan baik, maknanya bisa berubah atau bahkan menyinggung audiens.

3. Keterampilan Mendengarkan yang Tajam

Seorang interpreter harus memiliki kemampuan untuk menyerap pesan dengan cepat dan tepat. Kemampuan ini mencakup tidak hanya mendengarkan kata-kata yang diucapkan, tetapi juga memahami intonasi, nada bicara, serta konteks pembicaraan.

Fokus penuh sangat diperlukan, terutama dalam situasi yang mengharuskan interpretasi secara simultan atau dalam percakapan yang berlangsung cepat.

4. Konsentrasi Tinggi dan Disiplin

Profesi interpreter sering kali menuntut kerja dalam kondisi yang penuh tekanan, misalnya dalam konferensi internasional atau negosiasi bisnis yang berlangsung selama berjam-jam.

Daya konsentrasi yang tinggi menjadi modal utama agar tetap mampu menerjemahkan dengan baik tanpa kehilangan fokus. Selain itu, disiplin dalam menjaga profesionalisme dan ketepatan waktu juga menjadi aspek penting dalam menjalankan tugasnya.

5. Sertifikasi dan Pelatihan Profesional

Untuk meningkatkan kredibilitas dan keahlian, seorang interpreter sebaiknya memiliki sertifikasi resmi dari lembaga yang diakui, seperti sertifikasi dari asosiasi penerjemah atau institusi pendidikan khusus.

Pelatihan profesional ini membuktikan bahwa seorang interpreter telah memenuhi standar kompetensi yang diperlukan dalam dunia kerja, baik dari segi teknis maupun etika profesi.

Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memesan Interpreter

Memilih interpreter yang tepat sangat penting untuk memastikan komunikasi yang lancar, terutama ketika melibatkan bahasa yang berbeda. Sebelum memesan layanan interpreter, ada beberapa faktor utama yang harus dipertimbangkan:

1. Kebutuhan Bahasa dan Dialek yang Tepat

Hal pertama yang perlu dipastikan adalah apakah interpreter yang dipilih menguasai bahasa dan dialek yang dibutuhkan. Beberapa bahasa memiliki variasi dialek yang cukup signifikan, dan memilih interpreter yang tepat untuk dialek spesifik bisa membantu menghindari kesalahpahaman. Jadi, pastikan juru bahasa ini benar-benar fasih dalam bahasa yang sesuai dengan kebutuhan.

2. Pengalaman dan Spesialisasi

Pengalaman adalah faktor penting lainnya. Pilihlah interpreter yang memiliki latar belakang dan pengalaman di bidang yang relevan dengan acara atau pertemuan. Jika mengadakan seminar tentang hukum, misalnya, interpreter yang memahami terminologi hukum akan jauh lebih bermanfaat daripada seorang interpreter umum. Dengan keahlian di bidang tertentu, kualitas terjemahan dan komunikasi akan jauh lebih baik.

3. Durasi dan Lokasi Layanan

Penting untuk mempertimbangkan berapa lama acara akan berlangsung dan di mana acara itu akan diadakan. Pastikan interpreter yang dipilih tersedia untuk seluruh durasi acara dan bisa hadir di lokasi yang ditentukan.

Beberapa interpreter mungkin hanya dapat bekerja dalam jangka waktu tertentu atau memiliki kendala geografis, jadi pastikan untuk mengecek ketersediaan juru bahasa terlebih dahulu.

4. Ketersediaan Peralatan Pendukung

Jika acara memerlukan peralatan tambahan seperti headset atau sistem audio, pastikan interpreter atau penyedia layanan dapat menyediakan peralatan tersebut. Ketersediaan peralatan yang memadai sangat penting untuk mendukung kelancaran komunikasi, terutama jika acara melibatkan banyak orang atau berlangsung dalam ruang besar.

5. Biaya dan Anggaran

Terakhir, sesuaikan pilihan interpreter dengan anggaran yang tersedia. Meskipun kualitas adalah prioritas utama, penting untuk memastikan bahwa biaya interpreter sesuai dengan anggaran. Diskusikan tarif dan perincian biaya secara terbuka untuk menghindari adanya biaya tersembunyi atau kejutan saat pembayaran.

Konsultasi Gratis untuk Pilihan Interpreter yang Tepat Bersama PeMad!

Memilih interpreter yang tepat sangat penting untuk memastikan komunikasi yang efektif dalam acara atau pertemuan. Dengan berbagai jenis interpreter yang ada, penting untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan spesifik.

PéMad menyediakan layanan konsultasi gratis untuk membantu menentukan interpreter yang paling tepat. Tim kami siap memberikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan acara, memastikan pilihan interpreter yang sesuai dengan bahasa, topik, dan konteks yang ada.

Jangan ragu untuk menghubungi kami dan dapatkan konsultasi gratis. Pastikan acara berjalan lancar dengan dukungan interpreter profesional dari PéMad. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi lebih lanjut!

Referensi

Asyida Hayati Shofa

Seorang lulusan Sastra Inggris yang memiliki minat kuat terhadap kepenulisan kreatif. Berpengalaman sebagai Penulis Kreatif selama dua tahun dan terus mengembangkan keahliannya. Minat besarnya mencakup berbagai topik, khususnya kesusastraan, linguistik, penerjemahan, pendidikan, psikologi, budaya, kesehatan, dan parenting.

Share :